PANTAI ITU………………

7:54 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Langit itu mulai sayu. Tapi masih genit memberikan warna warni indahnya. Kuning, orange, merah....Pancaran kemayu perpaduan yang maha apik ketika langit melepas kepergian matahari yang perlahan mulai menghilang….Kakiku melangkah lunglai, berusaha merasakan setiap langkah yang memaksaku untuk tak berkedip menikmati anggunnya nuansa.
Surya itu seakan melambai-lambai mengucapkan selamat tinggal, tapi tetap dengan memantulkan pesona indahnya, seolah selalu ingin memberikan kesan terdalam bagi siapa saja yang menyertai saat-saat menjelang tidurnya. Dia tak pernah ingin pergi keperaduannya dengan tidak terlihat cantik, selalu berusaha menyumbangkan penampilan terbaiknya untuk dunia…..Untuk setiap mata yang menyaksikan rupa menawannya. Bahkan menarikku untuk terus melangkahkan kakiku. Aku baru saja menyadari keelokannya hingga seolah menyuruhku untuk terus mendekatinya, menatapnya dengan lebih jelas. Sampai aku tiba dibibir pantai ini………..

Entah apa yang aku lakukan disini. Sesaat aku hanya ingin mengosongkan pikiranku. Mungkin karena aku merasa otakku terlalu sesak. Aku ingin memberikan waktu untuk jiwaku yang penat dan untuk ragaku yang lelah. Ternyata fenomena alam diujung senja ini begitu menenangkanku. Aku bisa merasakan kesyahduan dan keheningan yang begitu alami. Sang surya nampak begitu mesra bersahabat dengan langit dan lautan. Begitu tulus saling memberi dan menerima. Cahaya cantik yang terukir dilangit dan lautan ini adalah pantulan dari surya. Begitu harmonis dan romantis. Entah apakah surya itu menyadari bahwa dia telah membuat langit dan pantai ini menjadi sangat indah, sementara langit dan pantai dengan senang hati menangkap keindahan itu. Mereka begitu menikmati rutinitas mereka, seolah-olah tak pernah bosan dengan aktivitasnya. Suatu eksotika yang sangat sederhana tetapi menakjubkan.

Surya itu masih tenang memamerkan bentuk bulatnya, seakan-akan tidak ingin terburu-buru berlalu. Awan masih bergumul berdansa-dansa berlatarkan langit. Dan aku masih diselimuti kebisuan yang sedang kucintai dihari ini. Mataku kini tertegun pada hamparan air laut yang membentang dengan luasnya. Samudera yang teramat lebar seolah tanpa batas. Aku tiba-tiba tercetus untuk melepaskan sepatuku hingga aku bisa merasakan lembutnya permadani pasir ditepi pantai ini. Sejenak aku mulai merasakan pasir pantai mulai menyelimuti telapak kakiku. Aku ingin menyentuh lembutnya hingga memaksaku untuk duduk. Duduk beralaskan pasir pantai ini. Pantai yang teramat setia dengan pasirnya yang putih. Pantai yang teramat setia dengan gemericik ombaknya. Tatapan mataku kini terpaku pada air laut yang menari-nari didepan mataku. Sesaat aku tertegun melihat gelombang-gelombang air laut yang tidak pernah berhenti bergerak. Begitu dinamis. Seperti diriku yang berusaha selalu mencintai kedinamisan hidup. Hidup tidak bisa statis. Kehidupan manusia tak beda dengan gelombang-gelombang itu. Datang silih berganti. Gelombang-gelombang itu mengikuti ayunan gerak air laut yang berdansa. Menggodaku untuk mengajaknya mengobrol. Ingin aku memuntahkan semua isi kepalaku. Ingin aku menggenangkan permasalahanku ke dalam riak-riak gelombang itu, agar terbawa pergi. Ingin aku meminta jawaban pada langit, surya dan pantai ini, atas semua pertanyaan-pertanyaanku. Tapi hidup adalah hidup. Dan siapapun yang mencintai hidup harus berusaha menjadikan hidupnya indah.......
Gelombang kecil itu memaknai setiap tiupan angin yang menerjang. Tidak akan pernah ada yang tahu kapan gelombang kecil itu berubah menjadi gelombang besar dan menjadi ombak yang mengerikan. Begitu pulalah hidup. Tidak akan pernah ada yang tahu kapan cobaan itu datang. Semua bisa terjadi. Tidak pernah ada yang tidak mungkin.
Gelombang-gelombang itu seolah riang menyapu pasir-pasir putih ditepian pantai ini. Sesekali gelombang itu pecah menabrak bebatuan yang teronggok dibeberapa sisi pantai. Gelombang itu pecah....Dan batu tetap kuat dengan wujudnya. Entah butuh berapa lama batu itu bisa berubah karena terjangan gelombang air laut yang terus-menerus datang. Aku berharap bisa seperti batu itu untuk kekuatannya menghadapi ombak. Aku seorang yang kuat. Setidaknya keyakinan itu harus dimiliki.
Mataku begitu puas menikmati aura kebebasan ini. Meskipun ketika aku kembali keduniaku, aku harus menghadapi semua yang harus aku hadapi............

No comments: