HILANG TANPA ADA

7:48 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Pantaskah aku merasa kehilangan atas sesuatu yang tidak pernah ada?
Rasionalkah aku sesaat menyesali hilangnya tanpa mengakui keberadaannya?
Bolehkah aku disergap makna kehilangannya tanpa pernah memilikinya?
Logiskah aku sekejap menangisi perginya tanpa pernah mau peduli hatinya?
Wajarkah aku menyadari adanya ketika tersadar telah membuangnya?
Layakkah aku harus melepaskannya tanpa pernah menarik dirinya dalam hidupku?
Cerdaskah aku ketika terkadang takut mengikat diri pada hati manapun?
Salahkah aku masih tak rela melepas hatinya yang telah kugores?
Anehkah aku masih berkutat dengan keterbelakanganku memaknai hati?
Dapatkah aku membagi hidupku seperti aku membagi senyumku pada dunia?
Bodohkah aku yang tak kunjung lepas dari kestatisanku bergerak?
Sanggupkah aku kelak berani melangkah tanpa diselimuti traumatik masa lalu?
Tololkah aku yang tak dapat menghargai ketulusan dan keikhlasan kasih?
Mampukah aku mengepakkan sayap hatiku seperti mengepakkan ceriaku?

Jawabannya....tak pantas, tidak rasional, tak boleh, tak logis, tidak wajar, tak layak, tidak cerdas, salah!, aneh!, dapat!, bodoh!, sanggup!, tolol!, mampu!

DIA YANG TERBANG

8:22 AM Posted In Edit This 0 Comments »
Aku kembali merasa kehilangan
Rasa yang hampir menjadi sahabatku
Selama ego ini masih belum melunak
Selama esku belum lagi dapat mencair

Dia sosok yang mengenal diriku sangat
Itu yang pernah dia klim
Dia orang yang memahamiku dalam
Itu juga pernah aku akui
Dia sahabat yang datang dan pergi
Dia teman yang muncul dan hilang

Tapi kali ini kutahu akan benar-benar kehilangannya
Setelah hatinya yang dipersembahkan untukku
Terkoyak dan kupatahkan dengan kejinya

Saat ini ku yakin kelak dia mampu melupakanku penuh
Setelah rasanya yang diagungkan untukku
Terpatahkan dan kurobek dengan rendahnya

Dia kesal, sedih, kecewa.....
Semua diungkapkannya

Aku tetap keras, beku dan membatu
Tapi aku juga bingung, rapuh dan benci
Benci pada jalanku yang tak semulus ceriaku
Benci pada kalbuku yang tak seelastis senyumku
Benci pada hidupku yang kubuat simpel tapi ternyata menjadi rumit

Aku keras namun aku sama sekali tidak kuat
Aku batu namun bukanlah orang yang tangguh
Nyatanya aku tidak bangga ketika mendepakmu
Buktinya airmata ini sempat menetes saat menyadarkanmu
Menyadarkanmu untuk TERBANG.....pergi dan mengepakkan sayapmu
Meraih impian dan semua mimpi-mimpimu
Menjemput harapan dan segala asamu
Tanpa diriku........