KIAT BANGKIT

9:20 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Semua orang pernah jatuh. Tak ada manusia yang tak pernah dicoba. Dicoba oleh cobaan. Karena hidup adalah dinamika. Tak pernah ada manusia yang tak pernah diuji. Diuji dengan ujian. Karena hidup adalah gelombang. Naik turun…Gelap terang…Senyum tangis…Tawa airmata....Kesedihan & Kebahagiaan….Keceriaan & Kedukaan….Hitam dan putih…..
Tak ada yang selalu berdiri tegak. Tapi berusahalah untuk selalu tegak. Tak boleh ada yang abadi dalam kerapuhan. Tak boleh ada yang “betah” dengan kebodohan. Tak boleh ada yang konsisten dalam kemendungan. Tak boleh ada yang ragu untuk maju. Tak boleh ada yang malu untuk berjuang. Tak boleh ada yang pasrah menghadapi kemiskinan. Tak boleh ada yang menyerah menghadapi rintangan. Tak boleh ada yang jatuh tanpa bangkit.
Kiat bangkit adalah dengan meresapi makna hidup. Hidup cuma sekali. Akan menyesal siapapun yang menjadikannya sia-sia. Jadikanlah hidupmu yang sekali itu dengan menjadikannya bermakna. Jatuhlah untuk bangkit. Gunakan mundurmu untuk maju. Jangan sia-siakan kalahmu untuk menang. Jangan buang setiap jengkal waktumu dengan keterpurukan. Waktu tidak akan kembali. Waktu tidak akan bisa diajak berkompromi untuk rehat sejenak bersama kepenatan kita. Waktu tidak bisa diajak berdiskusi untuk mencari jalan keluar kebuntuan kita. Waktu tidak bisa diminta bersabar untuk menunggu kebingungan kita. Waktu hanya akan bisa menangis melihat orang-orang yang tidak memanfaatkannya dengan baik. Waktu akan tersenyum dengan kebangunan kita. Waktu hanya tertawa melihat kelelahan kita. Waktu hanya bisa bersedih melihat kepatungan kita. Waktu tidak akan menjadi malas bergerak dengan kelumpuhan raga kita. Waktu tidak bisa dipaksa untuk statis mengikuti kestatisan kita. Tidak akan pernah bisa berhenti meski hanya untuk sesaat.
Kiat bangkit berikutnya adalah mencari analgesik yang tepat. Analgesik adalah pengurang rasa sakit.
Cobalah lakukan berbagai cara yang bisa mengurangi rasa sakit dari kemelutmu, mengurangi rasa gelisah dari luka jiwamu, mengurangi rasa kecewa atas situasimu. Lepaskanlah masalah-masalahmu tanpa lari dari masalah itu. Caranya dengan berbagi. Berbagilah dengan orang yang ingin kau bagi. Berbagilah pula dengan Pemilikmu. Ceritakan dukamu pada rekanmu, dan jangan lupa ceritakan juga pada Yang Maha Mendengar setiap keluh kesahmu. Yakinilah bahwa kita tidak akan pernah sendiri. Rasakan indahnya bercengkerama dengan sahabatmu. Lebih indah lagi bila bercengkerama dengan Penguasamu. Muntahkanlah masalahmu dengan orang yang kau percaya. Tumpahkanlah padaNya dengan setulusnya memohon bantuan dan meminta petunjukNya. Berdiskusilah dengan orang-orang yang kau anggap pandai. Lebih cepat berkurang lagi rasa sakitmu dengan berdiskusi pada Penciptamu yang Maha pandai.
Kiat bangkit selanjutnya adalah tak lelah mencari solusi. Tak bosan untuk berpikir. Tidak ragu untuk selalu berusaha. Tidak menyerah untuk mencari “obat”. Obat yang paling layak untuk mengobatimu adalah obat “kuat”. Kuat untuk mengeluarkan keringat. Kuat untuk menyapu setiap peluh. Kuat untuk bebas dari “sakit”mu. Kuat untuk menyembuhkan batinmu. Kuat untuk menciptakan percaya dirimu. Sadarilah bahwa masalah tidak akan tercipta dengan sendirinya. Masalah muncul karena sebab dan akibat. Masalah hadir untuk dipecahkan, bukan untuk dibiarkan. Sadarilah pula bahwa dokter yang paling benar untuk mengobatinya adalah dirimu sendiri. Perawat yang paling layak untuk mempercepat pemulihan dari setiap kejatuhanmu adalah dirimu sendiri.
Selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap cobaan. Selalu ada pembelajaran disetiap kejadian. Itu adalah ungkapan yang sangat umum dan biasa kita dengar. Tapi toh semua orang harus dapat mempercayainya, agar hidup tidak terasa berat. Semua orang harus menyetujuinya, agar cobaan tak berlalu hanya sebagai sekedar cobaan. Tanpa arti. Tanpa makna. Niscaya cobaan itu akan sia-sia. Dan bukankah hidup tidak boleh dirasakan berat meski seberat apapun?
Kita harus bisa memelihara ikhlas. Ikhlas untuk memaknai setiap kejatuhan dengan bijaksana. Bijaksana mengartikan setiap bongkahan peristiwa. Bijaksana memahami setiap jengkal kejadian. Manfaatkan setiap jatuhmu untuk bangkit seratus kali. Lemah sekali untuk kuat seribu kali. Mundur satu langkah untuk maju beberapa langkah.

No comments: