MATA..HATI

8:36 PM Posted In Edit This 2 Comments »
Harusnya, kita sepaham untuk tidak sepaham lagi
Mestinya, kita sepakat untuk tidak sepakat lagi
Benarnya, kita sehati untuk tidak sehati lagi
Bijaknya, kita seiring untuk tidak sejalan lagi
Baiknya, kita seiya sekata untuk tidak bersama lagi

Tapi kenyataannya kita masih enggan berjarak
Tapi kenyataannya kita masih malas berpisah
Tapi kenyataannya kita masih bodoh berpikir
Tapi kenyataannya kita masih sendu berhati
Tapi kenyataannya kita masih buta melihat

Suatu saat mata kita harus mengesampingkan hati
Suatu saat hati kita tak lagi harus bermata
Suatu saat mata kita tak juga harus berhati

Aku yakin ada saatnya kita menyerah
Aku tahu ada waktunya kita tersadar
Aku mau ada masanya kita membuka mata

Bahwa kita adalah dua....yang tak pernah bisa menjadi satu
Sekalipun kita satu hati dihati kita yang satu

Bahwa kita adalah beda....dimata semua mata
Karena seluruh dunia memiliki mata

BERMUSUH REALITA

8:35 PM Posted In Edit This 1 Comment »
Aku mencintaiku realitaku
Aku mensyukuri realitaku
Aku menerima realitaku

Aku selalu bersahabat dengan realitaku
Aku berusaha berlapang dengan realitaku
Aku bergerak mengikuti realitaku

Tapi kini kurasakan realita mentertawakanku
Tapi kini kurasakan realita ingin menyudutkanku
Tapi kini kurasakan realita begitu senang mencandaiku

Sekarang kumerasa realita mengajakku bermain
Sekarang kumerasa realita mau mengadudombaku
Sekarang kumerasa realita mulai MEMUSUHIKU

PERBEDAAN YANG MENGISI

8:30 PM Posted In Edit This 1 Comment »
Realitamu yang mudah ”anxios” justru terkadang berperan sebagai “anxiolitis” untukku
Realitamu yang nampaknya mudah rigor dan tremor terkadang mampu melisis konvulsiku
Realitaku yang mudah tereksitasi justru terkadang dpt memperindah peristaltik nafasmu
Realitaku yang kaya adrenalin malah terkadang mampu memperlancar sirkulasi darahmu

Kau dapat melarutkan trombiku
Aku dapat menjadi habituasi untukmu
Kau dapat melemahkan sifat karsinogenku
Aku dapat meluruskan desorientasimu

Kau bersifat tegas dihal mana aku tak pernah sanggup tegas
Dan aku bisa tegas dihal mana kau tak pernah mampu tegas

Karaktermu lemah dihal-hal yang aku selalu kuat
Dan karakterku lemah dihal-hal yang kau mampu kuat

Kau jenius disisi hidup yang aku selalu tak bisa pandai
Dan aku jenius disisi hidup yang kau tak pernah bisa pandai

HARAPAN YANG SINIS

8:29 PM Posted In Edit This 1 Comment »
“Akan selalu ada harapan selama kita berusaha”
Kalimat itu sering kali tertangkap telingaku

”Akan selalu ada harapan selama kau bersabar”
Kalimat petuah yang tak asing singgah dibenakku

“Tak ada yang tak mungkin didunia ini”
Kalimat singkat yang menyingkirkan pesimistis

Kini…....
Kalimat-kalimat cantik itu tak lagi kurasakan bersahabat
Kalimat-kalimat elok itu tak lagi kunilai menyejukkan
Kalimat-kalimat bijak itu tak lagi mau kuajak bermesraan

Sekarang........
Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi kalimat yang sangat rumit
Kalimat pengharapan itu menjadi enggan membangkitkanku
Kalimat-kalimat manis itu menjadi begitu sinis terhadapku

OPTIMISTIS YANG KELIRU

8:28 PM Posted In Edit This 1 Comment »
Ketika aku pasrah.......itu tandanya aku berserah
Ketika aku ”diam”.......aku diselimuti temaram
Ketika aku statis.......mungkin aku ingin mengalah

Ketika mataku bersinar......itu berarti aku optimis
Ketika kakiku menghentak.....itu berarti aku selalu berharap
Ketika jiwaku menggeliat......itu berarti aku ingin giat

Namun……
Saat takdirku terasa begitu bergerak lambat
Saat tanganNya masih ingin menguji kekuatanku
Saat pencerahanNya masih enggan membuka tabir abu-abuku

Optimisku membuatku tak ingin diam, dan kini membuatku bungkam
Optimisku membuatku semangat, dan kini membuatku rehat
Optimisku membuatku tak ragu, tapi kini membuatku termangu
Optimisku membuatku bersinar, tapi kini membuatku layu

Apa yang salah dengan optimisku.......
Apa yang keliru dengan optimisku.......

CITA-CITA YANG SERAKAH

8:27 PM Posted In Edit This 1 Comment »
Hmm, cita-cita adalah mimpi……
Mimpi adalah cita-cita…..

Cita-cita yang serakah? Wajarkah?
Sangat wajar untuk suatu masa yang masih terlalu gagap untuk menentukan
Cita-cita yang serakah? Bolehkah?
Sangat boleh untuk suatu usia yang masih dini untuk paham kehidupan

Aku begitu memuja cantiknya bunga-bunga…...
Mimpiku kala itu pun melambung tinggi : ingin memiliki perkebunan bunga yang indah semerbak, luas membentang, elok mempesona…..Hidup dengan bunga dan membungakan hidup, hidup dengan keharuman dan mengharumkan hidup……

Aku begitu menyukai fashion……
Mimpiku kala itu pun menjulang tinggi : ingin menjadi seorang desainer sukses, yang tak hanya “merubah” orang dengan caraku, tapi juga menciptakan rasa percaya diri pada semua orang dengan “performance” hasil rancanganku. Dengan percaya diri, manusia dapat menghargai dirinya, dengan menghargai dirinya maka manusia akan dapat membangun dirinya…..Suatu rentetan pencapaian yang mulia……

Aku begitu senang menari……
Mimpiku kala itu pun melayang tinggi : ingin menjelma sebagai penari profesional. Menari di”stage” yang maha megah, menggerakkan tubuh dengan kebebasan yang cantik, dikagumi para penikmatnya dan dipuja para penontonnya. Menghidupkan hidup dengan melentikkan jari-jemari sesuai alunan musik, dengan liukan tubuh yang genit mencandai setiap nada, dengan rangkaian ekspresi laksana bunglon menyelimuti suasana, dengan kecentilan tubuh yang elegan mengikuti kata hati, dengan hentakan kaki yang lembut tapi dinamis mengiringi melodi.

Aku begitu ingin keliling dunia.......
Mimpiku kala itu pun membumbung tinggi : ingin menjadi seorang diplomat, atau entah bidang pekerjaan apa dan jalan hidup apa saja yang penting bisa mengantarkan aku berwisata keseluruh dunia, mungkin seorang biologist, pemandu wisata atau ahhh saat itu yang terbayangkan hanya tak mau melewatkan dan ingin menikmati setiap lekuk tubuh bumi yang diciptakan tangan Tuhan dengan cantik. Modal utamaku saat mimpi itu terjahit adalah hasrat keingintahuanku yang tinggi, bakat petualanganku yang besar, keliaranku yang terisolir, jiwa penjelajahku yang gatal untuk selalu mencari sesuatu baru, dan ingin mengembangkan kemampuan ”adaptasi”.

Aku begitu suka menulis meskipun tak pandai menulis……
Mimpiku kala itu pun merangkak tinggi : ingin menjadi seorang penulis yang selalu ditunggu setiap hasil karyanya, penulis jenius yang misterius. Tak hanya menulis cerpen, novel dan berbagai jenis tulisan lainnya tapi juga ingin mejadi seorang penulis skenario film! Hmm, untuk yang satu itu aku mengandalkan naluri karakterku yang berwarna-warni, tawa dan tangis, sedih dan bahagia, senyum dan airmata, semuanya akan menjadi kombinasi unik yang manis dan romantis, menarik dan fantastik, menggelitik tapi heroik, logis dan bukan mistis, perjuangan yang menawan, manusiawi dan rasional. Meskipun saat itu aku pemimpi tapi aku tak akan menulis mimpi, tak akan menjual mimpi....Yang akan aku goreskan adalah cerita yang tak akan kujauhkan dari kehidupan nyata berdasarkan khayalku yang riil, daya imaginasiku yang membumi, semua yang tertangkap pancainderaku, semua pengalaman yang menggetarkan hingga mimpiku saat itu adalah menggetarkan setiap hati yang ”hidup”......dengan tulisanku.

MIMPI YANG RAMAH

8:27 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Dulu…..aku bermimpi ingin menjadi wanita mandiri
Dan mimpi itu ramah menggapai nyataku......

Dulu…..aku bermimpi tak pernah mau jadi benalu
Dan mimpi itu ramah menyelimuti kiniku

Dulu......aku bermimpi menjadi putri yang tangguh
Dan mimpi itu tak lagi ramah menghampiriku

Dulu......aku bermimpi menjadi perempuan yang kokoh
Dan mimpi itu tak lagi sepenuhnya ramah menyentuhku

Dulu......aku bermimpi ingin menjadi makhluk ”manis”
Dan mimpi itu tak sepenuhnya ramah memelukku lagi

MIMPI YANG RAMAH

8:27 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Dulu…..aku bermimpi ingin menjadi wanita mandiri
Dan mimpi itu ramah menggapai nyataku......

Dulu…..aku bermimpi tak pernah mau jadi benalu
Dan mimpi itu ramah menyelimuti kiniku

Dulu......aku bermimpi menjadi putri yang tangguh
Dan mimpi itu tak lagi ramah menghampiriku

Dulu......aku bermimpi menjadi perempuan yang kokoh
Dan mimpi itu tak lagi sepenuhnya ramah menyentuhku

Dulu......aku bermimpi ingin menjadi makhluk ”manis”
Dan mimpi itu tak sepenuhnya ramah memelukku lagi

MESIN WAKTU

8:26 PM Posted In Edit This 1 Comment »
”Ah, andai waktu kuasa kutarik balik.......”
Suatu pengandaian konyol yang klise

”Ah, andai waktu dapat kuminta berdiskusi......”
Suatu pengharapan semu yang ’unriil’

”Ah, andai waktu dapat kuhentikan sejenak......”
Suatu khayalan lucu yang kekanakan

”Ah, andai waktu bisa kupanjangkan dalam sehari......”
Suatu perumpamaan bodoh yang mewabah

”Ah, andai waktu sanggup kuajak berkompromi......”
Suatu mimpi tolol yang masih saja kuharapkan

Terkadang......
Merasa ingin membodohi diri karena pernah siakan waktuNya
Merasa terlalu sedikit yang tergapai dikiniku
Merasa seharusnya banyak yang sudah teraih dikiniku

DIAN YANG BERDEBAT

8:24 PM Posted In Edit This 1 Comment »
Keinginan dan kenyataan tak selalu dapat kita atur untuk sejalan
Mimpi dan fakta tak pernah mampu kita paksakan untuk bercumbu
Harapan dan realita tak selalu sanggup berteman karib
Logika dan hati tak selamanya bisa bergenggaman

Saat perbedaan pendapat tak lagi menjadi sesuatu yang indah
Saat perbedaan kemauan menjadi sesuatu yang menakutkan
Saat perbedaan persepsi sudah mulai mengiris-iris
Saat perbedaan pandangan sudah mulai menyakitkan

Jika sikap dan ucap tak lagi seiya sekata
Jika hitam putih sudah bercampur aduk
Jika api masih menyala ditengah air yang mengalir
Jika bara masih membara diterpaan salju yang sejuk

Ketika pikiran selalu berdebat dalam mengambil tindakan
Ketika perasaan selalu berdebat dalam menentukan
Ketika tangan selalu berdebat dalam menyentuh
Ketika kaki selalu berdebat dalam melangkah

Dan perdebatan itu akan tetap menjadi PERDEBATAN sengit
Bila tak ada yang mau MENGALAH...........

DILEMA

8:24 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Waktu ternyata berjalan terlalu cepat dari yang kukira
Waktu ternyata berputar lebih dinamis dari yang kubayangkan

Tapi aku…….
Aku masih terpaku dalam sebuah dilema
Dilema yang ingin kuakhiri namun belum lagi kumampu
Dilema yang ingin kusudahi tapi belum juga kusigap

Tapi kini........
Kenapa aku harus berjibaku dengan kepasrahan yang tak seharusnya kulakukan
Kenapa aku harus berjibaku dengan kekalahan yang sebenarnya tak kuinginkan
Kenapa aku harus berjibaku dengan sikap mengalah menghadapi keadaan

Seharusnya aku........
Mampu melawan kelemahan hati yang sedang asyik menggoda
Mampu keluar dari kesalahan yang kerap berulang
Mampu bangun dari keterpurukan situasi yang tak menyehatkan

Terkadang aku ingin kepalaku selalu dalam posisi ”berisi”
Tapi terkadang aku juga ingin mengosongkan semua isi kepalaku

Terkadang aku ingin menyibukkan jiwa ragaku
Tapi terkadang aku begitu ingin melepaskan semua kerapatan

Terkadang aku ingin memenuhi hariku dengan padat
Tapi terkadang aku ingin membuang semua kepenatan

Terkadang aku ingin bersahabat dengan kenyataan
Tapi terkadang aku terpaksa menolak kenyataan itu

ASA SEMU

8:23 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Kaki ini kebingungan melangkah.........
Tangan ini kebingungan meraih..........
Wajah ini tak jelas menoleh.........
Mata ini tak jelas menatap..........

Andai saja.....Andai saja.....Andai saja......
Terlalu banyak perandaian yang hanya membuang waktu
Tak sedikit perandaian yang hanya membuang energi

Sebenarnya…….
Tidak sepantasnya hidup disiakan dalam kesemuan
Tidak seharusnya tenggelam dalam keabu-abuan
Tidak selayaknya bergumul dalam ketidakpastian
Tidak semestinya bergulat dalam keragu-raguan

Teori-teori fisika akan tetap menjadi sesuatu yang pasti
Tapi tidak dengan hidup.........
Akan selalu ada yang semu dari yang nyata

Rumus-rumus kimia lebih suka berwujud menjadi sesuatu yang rigid
Tapi tidak dengan hidup.........
Akan selalu ada abu-abu diantara hitam dan putih

Perhitungan matematis akan tetap menjelma menjadi sesuatu yang baku
Tapi tidak dengan hidup.........
Akan selalu ada redup diantara gelap terang

PERSIMPANGAN

8:21 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Aku berada dipersimpangan............
Ketika hatiku yang selalu kusetting tegar tiba-tiba menjadi ”rapuh”.
Hati yang selalu kubangga-banggakan sebagai hati yang ”eksklusif”....Hati yang selalu aku yakini sebagai hati yang ”kokoh”....Hati yang selalu aku sumbarkan sebagai hati yang kuat. Hati yang selalu aku gadangkan sebagai hati yang tegas....Hati yang selalu kubangun sebagai hati yang ”berkelas”.....Kini hanya bisa terpaku dan terkakukan oleh situasi dan keadaan dalam makna sebuah PERSIMPANGAN.

Persimpangan yang membuatku tak bergerak maju
Persimpangan yang menjebakku tergerus waktu
Persimpangan yang menyungkurkanku untuk termangu
Persimpangan yang terkadang memintaku untuk berpacu
Persimpangan yang terpaksa memaksaku menelan pil pahit

KERAPUHAN AKUT

8:21 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Kau membentangkan waktumu untukku tanpa batas
Waktumu yang tak pernah kikir untuk menyelimutiku

Kau mengucurkan perhatian disetiap dahagaku
Perhatian yang membuatku akhirnya teradiksi adamu

Kau memanjakanku bak seorang putri
Putri yang terlarut dalam pujianmu

Kau mencerna setiap metabolismeku bak pualam
Pualam yang terbuai dalam belaianmu

Kau membanjiriku dengan lambaian puitismu
Puitis yang terpena disukmaku tanpa tersortir

Semoga ini hanya kelalaianku yang akut
Akut yang tak kuinginkan menjadi kronis
Semoga ini hanya kelengahankuyang akut
Akut yang tak kuharapkan menjadi kronis
Semoga ini hanya kerapuhanku yang akut
Akut yang harus kuhindarkan menjadi kronis

INERT

8:20 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Otakku terkadang tiba-tiba menjadi ”inert”
Logikaku terkadang tiba-tiba menjadi beku
Langkahku menjadi sering membutuhkan katalisator
Daya tangkapku menjadi tak sekokoh ikatan hidrogen

Aku menjadi kerap bertindak ”inert”
Aku menjadi mudah jatuh
Aku menjadi sering keluar dari strukturku
Aku menjadi lamban bergerak

Aku bagaikan konfigurasi molekul yang tidak menuruti aturan oktet
Aku bagai unsur kimia dengan keelektronegatifan yang keluar dari skala pauling
Aku bagaikan kation yang selalu kehilangan elektron
Aku bagai basa bronsted lowry yang enggan menerima proton

Aku seperti sistem orbital atom yang selingkuh dari prinsip aufbau
Aku seakan-akan reaksi eksoterm yang harus saja melepaskan energi
Aku seperti asam bronsted lowry yang selalu kehilangan ion hidrogen
Aku seolah dipol-dipol yang yang berantaraksi tanpa tunduk pada gaya van der waals

Hanya kekuatanNya yang masih membuatku masih tegak, meski sering terperososk
Hanya kasihsayangNya yang membuatku tetap kokoh, walaupun acap aku terseok
Hanya kebaikanNya yang membantuku tetap gigih, meskipun sering aku menyerah
Hanya peganganku yang membantuku masih tangguh, walau tak jarang terkoyak

FRIABILITAS HATI

8:18 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Entah mengapa airmata ini menetes lagi.......

Apa salah jika bayang-bayangnya masih menguntit diotakku
Meskipun tak secuilpun aku mengharapkannya lagi
Apa salah bila aura dan kepribadiannya masih mendekap sisiku
Walaupun tak pernah hilang dan memudar kebencianku padanya
Apa salah bila kelembutannya masih terngiang diruangku
Sedangkan tak pernah sedikitpun terkikis kekecewaanku padanya

Aku yang membuang dirinya tapi aku juga yang meratapi kebodohannya
Aku yang melempar dirinya namun aku juga yang menyesali keadaan kita

Yang kutahu aku hanya berusaha konsisten dengan kerasku.....saat itu
Yang kumau aku hanya ingin mendepaknya dan memakinya.....saat itu

Kini, aku berdiri tegak dengan mengangkat daguku
Kini, aku bahkan nyaris tak ingin mengingatnya lagi

Tapi entah mengapa setiap namanya tiba-tiba muncul, memoriku kembali menerawang
Tapi entah mengapa setiap situasi yang mengkondisikan sosoknya melintas, memaksaku terhanyut