NIKOTIN DAN ROKOK

5:52 PM Posted In Edit This 0 Comments »
NIKOTIN merupakan senyawa turunan piridin yang terdapat sebagai alkaloida pada daun tembakau (Nicotiana tabacum). Nikotin diikat pada reseptor –N di Susunan Saraf Pusat dan Susunan Saraf Perifer dan menghasilkan efek terhadap otak, jantung, pembuluh, saraf, lambung-usus, otot kerangka dan organ lainnya.
Asap rokok mengandung banyak sekali unsur dan salah satu yang terpenting adalah senyawa Nikotin. Dalam asap sigaret, nikotin ini tersuspendir pada partikel-partikel TER untuk kemudian diserap dari paru ke dalam darah dengan cepat sekali.
NIKOTIN DAN KANKER
Nikotin merupakan zat yang bersifat karsinogenik, yaitu zat yang dapat menyebabkan kanker. Nikotin dalam rokok bertanggung jawab untuk lebih kurang 30% dari semua kematian akibat kanker.
NIKOTIN DAN JANTUNG
Nikotin berkhasiat vasokonstriksi sehingga dapat memicu terjadinya serangan jantung. Merokok juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya “Aterosklerosis” (kerusakan dinding pembuluh) dan “Angina Pectoris” (Nyeri hebat pada dada). Asap rokok yang mengandung karbonmonoksida (CO) memperkecil penyerapan oksigen diparu-paru, karena CO mengikat hemoglobin lebih cepat dan lebih kuat daripada Oksigen, sehingga penyerapan O2 sangat dikurangi.
Radikal bebas dari rokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah menurun dan terbentuk “plak” pada liang arteri sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah menyebabkan jantung tidak menerima cukup darah (dan Oksigen) sehingga dapat menyebabkan “infark jantung” (trombosis koroner = serangan jantung). Akibatnya jantung sulit menerima darah, zat-zat gizi dan oksigen dan bisa menyebabkan jaringan menjadi mati karena tidak menerima “makanan”. Fatalnya bisa menimbulkan “gagal jantung”.
NIKOTIN DAN HIPERTENSI
Nikotin memperkuat kerja jantung dan menciutkan arteri kecil hingga sirkulasi darah berkurang dan Tekanan Darah menjadi meningkat. Terjadinya hipertensi juga didorong oleh terjadinya pengerasan pembuluh (atheroschlerosis) yang juga disebabkan karena kebiasaan merokok.
NIKOTIN DAN SALURAN PERNAFASAN
Nikotin dan rokok merupakan salah satu perusak sistem pernafasan karena penyakit akut dan kronis yang ditimbulkannya seperti asma, bronchitis, emfisema paru sampai kanker paru-paru.
Rokok mengandung zat toksik yang menstimulisasi enzim enastase, yang merombak serat-serat elastin dalam dinding gelembung paru, sehingga kekenyalannya menurun. Akhirnya, terjadi kelainan irreversible dalam bentuk fibrosis dan destruksi dari dinding gelembung tersebut bersama pembuluh darahnya, yang berakibat terganggunya secara permanen fungsi paru-paru. Merokok juga mencetuskan Radikal Bebas (FR = Free Radicals) yang bisa menyebabkan “stress oksidatif” yaitu bila terjadi terlalu banyak FR sedangkan antioksidan faal (alamiah) tidak mencukupi lagi untuk menginaktifkannya. Epitel paru-paru dengan bulu-bulu getar (cilia) akan dirusak dan sel-sel lendir justru bertambah banyak.
NIKOTIN DAN SSP
Nikotin memiliki sifat merangsang terhadap SSP dan menyebabkan euforia serta menghilangkan perasaan mengantuk. Nikotin yang diabsorpsi dapat menimbulkan tremor tangan dan kenaikan kadar berbagai hormon dan neurohormon ”Dopamin” didalam plasma. Berdasarkan rangsangannya terhadap ”chemoreceptor trigger zone” dari sumsum tulang (medulla oblongata) dan stimulasinya dari refleks vagal, Nikotin dapat menyebabkan mual dan muntah.
Dilain pihak, Nikotin meningkatkan daya ingat, perhatian, dan kewaspadaan, mengurangi sifat agresi serta menurunkan berat badan akibat penekanan nafsu makan dan meningkatnya pengeluaran energi.
Pada ”Nikotin dan Jantung” infark jantung yang terjadi juga bisa menimpa otak, sehingga terjadi ”infark otak” (stroke) akibat terjadinya gangguan pembuluh darah.

No comments: