CINTA YANG TAK BIASA

7:58 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Aku suka caramu menyayangiku dengan tulusmu. Aku suka caramu menyayangiku dengan ikhlasmu. Mencintai sesuatu yang indah, itu hal yang biasa. Mencintai sesuatu hal yang tidak indah, itu hal yang tak biasa dan itu yang kau lakukan pada cintamu.
Hatiku tidak indah, tapi kau tetap menyukainya. Auraku tidak elok, tapi kau memujanya. Pikiranku terlalu orisinil, tapi kau setia membimbingnya. Wajahku terlalu biasa, tapi kau selalu mengatakan kau mencintai kesederhanaannya. Kau memaklumi keliaranku. Kau tidak pernah mengeluh dengan keberisikanku. Kau tak pernah panas dengan celoteh nakalku. Kau hanya melempar senyum melihat ulahku yang sedikit buta keangguanan dan kelembutan. Kau mengagumi isi otakku yang tidak seberapa ini. Kau mengakui kepandaianku untuk membuatmu tergelitik. Kau merindukan suaraku yang mengganggu. Kau menyukai diriku apa adanya. Dan itu membuatku nyaman berada didekatmu. Kau tidak pernah mencela keburukan yang menumpuk padaku. Kau tidak pernah berminat untuk mengubahku menjadi orang lain.
Tak ada yang indah dari diriku......Aku tak pernah bisa menangkap ada sisi istimewa dari diriku. Itulah yang membuatku selalu ”narsis” untuk sekedar mensyukuri apa yang ada pada diriku dan membuatku lebih percaya diri. Percaya diri selalu dapat membuatku berdiri tegak. Aku tak pernah mau terlihat lemah, meskipun kau selalu melengkapi setiap kelemahanku.
Ketika orang menganggap cintamu adalah tak biasa, aku menilainya sebagai suatu kepatutan untuk suatu cinta. Bukankah begitu seharusnya cinta ditempatkan? Bukankah begitu seharusnya cinta diagungkan?
Kau adalah lelaki satu-satunya yang pernah menyentuh kakiku yang sering terbasahi keringat. Kau adalah lelaki yang pernah menangkap buliran-buliran airmataku dijarimu. Kau adalah lelaki satu-satunya yang menengadahkan tanganmu untuk menangkap muntahan dari mulutku. Kau adalah lelaki satu-satunya yang pernah mengangkat seluruh tubuhku dikeduatanganmu ketika aku sedang tak mampu berjalan. Kau adalah lelaki satu-satunya yang selalu ada ketika aku membutuhkanmu. Kau adalah lelaki yang tak hanya ada dalam keceriaanku tapi juga dalam kesedihan dan keterpurukanku.
Sayangnya, aku terlambat menyadari artimu. Sayangnya, aku terlalu bodoh untuk dapat menyadari maknamu........

No comments: