KAU ATAU DUNIAKU

8:21 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Duniaku kini memang sempit. 80%nya berkutat dengan kehidupan kantor. Duniaku adalah pekerjaanku. Pekerjaanku adalah duniaku. Duniaku adalah kehidupanku. Kehidupanku adalah ilmuku. Ilmuku adalah kebanggaanku. Kebanggaanku adalah kemandirianku. Kemandirianku adalah kepercayaan diriku. Kepercayaan diriku adalah kemampuanku. Kemampuanku adalah pengetahuanku. Pengetahuanku adalah otakku. Otakku adalah pekerjaanku. Pekerjaanku adalah duniaku.

Ketika kau memintaku melepaskan ”duniaku”. Saat itu aku tersentak. Kau adalah orang pertama yang memintaku untuk ”menghempaskan” pekerjaanku. Kau adalah orang pertama yang memintaku untuk ”mencampakkan” duniaku.

”Waktu” memaksaku untuk menjawab PILIHAN yang tak mudah bagiku.
Saat itu aku masih terlalu bimbang untuk bisa mencerna dengan baik permintaanmu. Dimataku, itu bukan sekedar permintaan, tapi PILIHAN yang sulit. Dan aku sebenarnya belum siap untuk mengambil keputusan.....untuk memilih.
Saat itu aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kau memberikan syarat untuk ”kita”. Saat itu aku masih terlalu gagap menghadapi suatu PILIHAN. Pilihan yang terdengar asing.
Tak ada yang istimewa dengan ”duniaku”. Tapi itu adalah duniaku. Setidaknya saat itu.....

Ketika PILIHAN harus dibuat. Ketika masa depan kita ada ditanganku. Ketika prinsipku masih belum tergoyahkan. Ketika duniaku masih aku butuhkan. Aku galau.......Aku harus mengambil keputusan ditengah atmosfer kebimbangan. Aku memilih melepaskanmu..........

Andai kamu tahu, kala itu, sangat tidak mudah menghempaskanmu.....Andai kamu juga tahu, kini, terlintas penyesalan dibenakku karena menyiakanmu.........

Aku tahu kau dan keluargamu mengharapkan konsep rumahtangga yang sesungguhnya. Yang tidak terpisah jarak........
Aku sadar kau dan keluargamu menginginkan aku yang bisa seutuhnya menjadi bagian dari kalian........
Aku tahu kau sudah mampu mencukupiku dengan sangat layak tanpa aku harus berkutat dengan duniaku.......
Maafkan aku karena memilih mempertahankan duniaku........Dengan mengorbankan ”kita”. Dengan menyakitiku........Dengan melukaimu........Dengan mengecewakan keluargaku dan keluargamu........

Saat itu......PILIHAN itu mungkin terlalu gegabah kuambil........

No comments: