ABOUT MY BROTHER

8:07 PM Posted In Edit This 1 Comment »
Sebagai anak bungsu dan anak lelaki satu-satunya, sebenarnya sifat manja tak begitu tampak padanya. Masih jelas diingatanku sewaktu dia kecil, aku sering kena ”imbas” untuk mengasuhnya. Terutama menyuapinya makan. Paling susahhhhh makan. Pokoe paling merepotkan waktu kecil, karena paling sering keluar masuk rumah sakit.
Alhamdulillah semuanya berubah setelah beranjak remaja. Badannya cukup OK untuk ukuran lelaki seusianya. Meskipun sepintas kurus tapi sangat berisi dan sehat. Mungkin karena hobi olahraganya. Dalam hal tinggi badan, Allah benar-benar maha adil. Kami yang perempuan terbentuk menjadi wanita mungil (mengelak dari kata ”pendek”), sedangkan adikku terus memanjang keatas, hingga memaksaku menengadah hanya untuk sekedar melihat wajah ”seram”nya. Kenapa aku bilang ”seram” karena sudah tidak ada sisa-sisa kejayaan kulit putihnya. Aku juga bingung kenapa kulitnya bisa berubah menjadi hitam total sekujur badan. Padahal sewaktu kecil kulitnya sangat putih. Bapakku juga kulit muka dan tangannya hitam, tapi tubuhnya tetap memperlihatkan kulit aslinya yang putih. Namun itu tidak berlaku untuk adikku.
Sebenarnya orang banyak menilai wajahnya unik. Karena matanya yang cenderung ”sipit” (tak jauh berbeda denganku) bercampur dengan kulit mukanya yang hitam. Dulu sewaktu kulit putihnya masih bersemayam banyak yang menyebutnya seperti orang Jepang.
Sepintas orang melihatnya sebagai cowok ”cool”. Tapi memang dia ”cool”. Tak terlalu banyak bicara, lebih banyak bicara lewat mata. Tidak aneh kalau dia selalu pusing melihat kecerewetanku yang luar biasa.
Meskipun dia sangat “cool” tapi banyak cewek yang mengidolakannya. Bahkan sejak SD sudah mendapatkan surat cinta dari teman cewek sekelasnya yang paling cantik.
Mungkin karena dia anak bungsu sekaligus anak LELAKI, maka bapak ibuku tidak menerapkan penjagaan dan pengawasan yang ketat untuknya. Sepenglihatanku, orangtuaku menerapkan padanya “bebas yang bertanggung jawab”. Dalam beberapa hal dia bisa memelihara kepercayaan orangtua, kecuali dalam satu hal yaitu bidang akademis.
Adikku memang nyaris tidak pernah memberikan hasil yang memuaskan dalam prestasi sekolah. Dan itu berlanjut sampai kuliah. Syukurnya dia bisa masuk perguruan tinggi negeri seperti kedua kakaknya. Tapi sifat ”labil”nya kembali terbukti ketika satu tahun perkuliahannya di jurusan pertanian disia-siakannya karena dia memilih untuk pindah ke jurusan hukum masih di universitas yang sama.
Tak aneh kalau bapak ibuku masih sering dibuatnya kecewa, karena di mata mereka kesuksesan pendidikan akademis merupakan ”start” awal untuk mengayuh kehidupan kedepan. Sementara adikku lebih banyak bersantai ketimbang bekerja keras.
Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya dengan harapan tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan orangtuaku.

1 comment:

Budi Wahyu Wibowo's Blog said...

Ada 9 tipe kecerdasan yang mungkin dimilikinya dan wajib dicari pada brothermu:
1.Linguistik
2.Logis Matematis
3.Visual Spatial
4.Musikal
5.Kinestetikal
6.Interpersonal (Sosial)
7.Intrapersonal (beda intra dgn inter)
8.Naturalis
9.Ini yg terbaru: Spiritualis

"Yang dicari orang BESAR ada pada dirinya. Yang dicari orang lemah ada pada diri
orang lain." (Quotation from HambaAlloh)

Tentunya BENARlah perkataan Alloh dalam surat 3:AliImron ayat 191 (Q,3/191)...
Baca yaaaaaaaa.... (Ya Alloh, aku telah sampaikan satu ayat-Mu, saksikanlah!)

Smg bermanfaat!
24 Agt 2008