MATA..HATI

8:36 PM Posted In Edit This 2 Comments »
Harusnya, kita sepaham untuk tidak sepaham lagi
Mestinya, kita sepakat untuk tidak sepakat lagi
Benarnya, kita sehati untuk tidak sehati lagi
Bijaknya, kita seiring untuk tidak sejalan lagi
Baiknya, kita seiya sekata untuk tidak bersama lagi

Tapi kenyataannya kita masih enggan berjarak
Tapi kenyataannya kita masih malas berpisah
Tapi kenyataannya kita masih bodoh berpikir
Tapi kenyataannya kita masih sendu berhati
Tapi kenyataannya kita masih buta melihat

Suatu saat mata kita harus mengesampingkan hati
Suatu saat hati kita tak lagi harus bermata
Suatu saat mata kita tak juga harus berhati

Aku yakin ada saatnya kita menyerah
Aku tahu ada waktunya kita tersadar
Aku mau ada masanya kita membuka mata

Bahwa kita adalah dua....yang tak pernah bisa menjadi satu
Sekalipun kita satu hati dihati kita yang satu

Bahwa kita adalah beda....dimata semua mata
Karena seluruh dunia memiliki mata

2 comments:

Heny said...

hai..thanx for visiting my blog...ang give comments....
siapakah dia...selalu ada dalam puisi-puisi yang puitis ini...hmmmmm, jadi penasaran, siapa pangeran yang udah membuat hati Dini yang imut ini tercabik ...hi...hi...(cabikan itu tergambar dari puisinya)

Pengasas said...

Salam,
Seronok saya membaca, terutama mengenai keluarga.
Saya mempunyai 7 anak, lelaki semuanya; dan 3 cucu, juga semua lelaki.
Apa jua anugerah Allah adalah yang terbaik untuk kita.
Wassalam.