CITA-CITA YANG SERAKAH
8:27 PM Posted In ABOUT DREAM Edit This 1 Comment »
Hmm, cita-cita adalah mimpi……
Mimpi adalah cita-cita…..
Cita-cita yang serakah? Wajarkah?
Sangat wajar untuk suatu masa yang masih terlalu gagap untuk menentukan
Cita-cita yang serakah? Bolehkah?
Sangat boleh untuk suatu usia yang masih dini untuk paham kehidupan
Aku begitu memuja cantiknya bunga-bunga…...
Mimpiku kala itu pun melambung tinggi : ingin memiliki perkebunan bunga yang indah semerbak, luas membentang, elok mempesona…..Hidup dengan bunga dan membungakan hidup, hidup dengan keharuman dan mengharumkan hidup……
Aku begitu menyukai fashion……
Mimpiku kala itu pun menjulang tinggi : ingin menjadi seorang desainer sukses, yang tak hanya “merubah” orang dengan caraku, tapi juga menciptakan rasa percaya diri pada semua orang dengan “performance” hasil rancanganku. Dengan percaya diri, manusia dapat menghargai dirinya, dengan menghargai dirinya maka manusia akan dapat membangun dirinya…..Suatu rentetan pencapaian yang mulia……
Aku begitu senang menari……
Mimpiku kala itu pun melayang tinggi : ingin menjelma sebagai penari profesional. Menari di”stage” yang maha megah, menggerakkan tubuh dengan kebebasan yang cantik, dikagumi para penikmatnya dan dipuja para penontonnya. Menghidupkan hidup dengan melentikkan jari-jemari sesuai alunan musik, dengan liukan tubuh yang genit mencandai setiap nada, dengan rangkaian ekspresi laksana bunglon menyelimuti suasana, dengan kecentilan tubuh yang elegan mengikuti kata hati, dengan hentakan kaki yang lembut tapi dinamis mengiringi melodi.
Aku begitu ingin keliling dunia.......
Mimpiku kala itu pun membumbung tinggi : ingin menjadi seorang diplomat, atau entah bidang pekerjaan apa dan jalan hidup apa saja yang penting bisa mengantarkan aku berwisata keseluruh dunia, mungkin seorang biologist, pemandu wisata atau ahhh saat itu yang terbayangkan hanya tak mau melewatkan dan ingin menikmati setiap lekuk tubuh bumi yang diciptakan tangan Tuhan dengan cantik. Modal utamaku saat mimpi itu terjahit adalah hasrat keingintahuanku yang tinggi, bakat petualanganku yang besar, keliaranku yang terisolir, jiwa penjelajahku yang gatal untuk selalu mencari sesuatu baru, dan ingin mengembangkan kemampuan ”adaptasi”.
Aku begitu suka menulis meskipun tak pandai menulis……
Mimpiku kala itu pun merangkak tinggi : ingin menjadi seorang penulis yang selalu ditunggu setiap hasil karyanya, penulis jenius yang misterius. Tak hanya menulis cerpen, novel dan berbagai jenis tulisan lainnya tapi juga ingin mejadi seorang penulis skenario film! Hmm, untuk yang satu itu aku mengandalkan naluri karakterku yang berwarna-warni, tawa dan tangis, sedih dan bahagia, senyum dan airmata, semuanya akan menjadi kombinasi unik yang manis dan romantis, menarik dan fantastik, menggelitik tapi heroik, logis dan bukan mistis, perjuangan yang menawan, manusiawi dan rasional. Meskipun saat itu aku pemimpi tapi aku tak akan menulis mimpi, tak akan menjual mimpi....Yang akan aku goreskan adalah cerita yang tak akan kujauhkan dari kehidupan nyata berdasarkan khayalku yang riil, daya imaginasiku yang membumi, semua yang tertangkap pancainderaku, semua pengalaman yang menggetarkan hingga mimpiku saat itu adalah menggetarkan setiap hati yang ”hidup”......dengan tulisanku.
Mimpi adalah cita-cita…..
Cita-cita yang serakah? Wajarkah?
Sangat wajar untuk suatu masa yang masih terlalu gagap untuk menentukan
Cita-cita yang serakah? Bolehkah?
Sangat boleh untuk suatu usia yang masih dini untuk paham kehidupan
Aku begitu memuja cantiknya bunga-bunga…...
Mimpiku kala itu pun melambung tinggi : ingin memiliki perkebunan bunga yang indah semerbak, luas membentang, elok mempesona…..Hidup dengan bunga dan membungakan hidup, hidup dengan keharuman dan mengharumkan hidup……
Aku begitu menyukai fashion……
Mimpiku kala itu pun menjulang tinggi : ingin menjadi seorang desainer sukses, yang tak hanya “merubah” orang dengan caraku, tapi juga menciptakan rasa percaya diri pada semua orang dengan “performance” hasil rancanganku. Dengan percaya diri, manusia dapat menghargai dirinya, dengan menghargai dirinya maka manusia akan dapat membangun dirinya…..Suatu rentetan pencapaian yang mulia……
Aku begitu senang menari……
Mimpiku kala itu pun melayang tinggi : ingin menjelma sebagai penari profesional. Menari di”stage” yang maha megah, menggerakkan tubuh dengan kebebasan yang cantik, dikagumi para penikmatnya dan dipuja para penontonnya. Menghidupkan hidup dengan melentikkan jari-jemari sesuai alunan musik, dengan liukan tubuh yang genit mencandai setiap nada, dengan rangkaian ekspresi laksana bunglon menyelimuti suasana, dengan kecentilan tubuh yang elegan mengikuti kata hati, dengan hentakan kaki yang lembut tapi dinamis mengiringi melodi.
Aku begitu ingin keliling dunia.......
Mimpiku kala itu pun membumbung tinggi : ingin menjadi seorang diplomat, atau entah bidang pekerjaan apa dan jalan hidup apa saja yang penting bisa mengantarkan aku berwisata keseluruh dunia, mungkin seorang biologist, pemandu wisata atau ahhh saat itu yang terbayangkan hanya tak mau melewatkan dan ingin menikmati setiap lekuk tubuh bumi yang diciptakan tangan Tuhan dengan cantik. Modal utamaku saat mimpi itu terjahit adalah hasrat keingintahuanku yang tinggi, bakat petualanganku yang besar, keliaranku yang terisolir, jiwa penjelajahku yang gatal untuk selalu mencari sesuatu baru, dan ingin mengembangkan kemampuan ”adaptasi”.
Aku begitu suka menulis meskipun tak pandai menulis……
Mimpiku kala itu pun merangkak tinggi : ingin menjadi seorang penulis yang selalu ditunggu setiap hasil karyanya, penulis jenius yang misterius. Tak hanya menulis cerpen, novel dan berbagai jenis tulisan lainnya tapi juga ingin mejadi seorang penulis skenario film! Hmm, untuk yang satu itu aku mengandalkan naluri karakterku yang berwarna-warni, tawa dan tangis, sedih dan bahagia, senyum dan airmata, semuanya akan menjadi kombinasi unik yang manis dan romantis, menarik dan fantastik, menggelitik tapi heroik, logis dan bukan mistis, perjuangan yang menawan, manusiawi dan rasional. Meskipun saat itu aku pemimpi tapi aku tak akan menulis mimpi, tak akan menjual mimpi....Yang akan aku goreskan adalah cerita yang tak akan kujauhkan dari kehidupan nyata berdasarkan khayalku yang riil, daya imaginasiku yang membumi, semua yang tertangkap pancainderaku, semua pengalaman yang menggetarkan hingga mimpiku saat itu adalah menggetarkan setiap hati yang ”hidup”......dengan tulisanku.
1 comment:
kesuksesan diawali dari mimpi..bermimpilah setinggi-tingginya........karena tidak ada yang melarang kita untuk jadi pemimpi....
Post a Comment