INERT
8:20 PM Posted In ABOUT BRITTLENESS Edit This 0 Comments »
Otakku terkadang tiba-tiba menjadi ”inert”
Logikaku terkadang tiba-tiba menjadi beku
Langkahku menjadi sering membutuhkan katalisator
Daya tangkapku menjadi tak sekokoh ikatan hidrogen
Aku menjadi kerap bertindak ”inert”
Aku menjadi mudah jatuh
Aku menjadi sering keluar dari strukturku
Aku menjadi lamban bergerak
Aku bagaikan konfigurasi molekul yang tidak menuruti aturan oktet
Aku bagai unsur kimia dengan keelektronegatifan yang keluar dari skala pauling
Aku bagaikan kation yang selalu kehilangan elektron
Aku bagai basa bronsted lowry yang enggan menerima proton
Aku seperti sistem orbital atom yang selingkuh dari prinsip aufbau
Aku seakan-akan reaksi eksoterm yang harus saja melepaskan energi
Aku seperti asam bronsted lowry yang selalu kehilangan ion hidrogen
Aku seolah dipol-dipol yang yang berantaraksi tanpa tunduk pada gaya van der waals
Hanya kekuatanNya yang masih membuatku masih tegak, meski sering terperososk
Hanya kasihsayangNya yang membuatku tetap kokoh, walaupun acap aku terseok
Hanya kebaikanNya yang membantuku tetap gigih, meskipun sering aku menyerah
Hanya peganganku yang membantuku masih tangguh, walau tak jarang terkoyak
Logikaku terkadang tiba-tiba menjadi beku
Langkahku menjadi sering membutuhkan katalisator
Daya tangkapku menjadi tak sekokoh ikatan hidrogen
Aku menjadi kerap bertindak ”inert”
Aku menjadi mudah jatuh
Aku menjadi sering keluar dari strukturku
Aku menjadi lamban bergerak
Aku bagaikan konfigurasi molekul yang tidak menuruti aturan oktet
Aku bagai unsur kimia dengan keelektronegatifan yang keluar dari skala pauling
Aku bagaikan kation yang selalu kehilangan elektron
Aku bagai basa bronsted lowry yang enggan menerima proton
Aku seperti sistem orbital atom yang selingkuh dari prinsip aufbau
Aku seakan-akan reaksi eksoterm yang harus saja melepaskan energi
Aku seperti asam bronsted lowry yang selalu kehilangan ion hidrogen
Aku seolah dipol-dipol yang yang berantaraksi tanpa tunduk pada gaya van der waals
Hanya kekuatanNya yang masih membuatku masih tegak, meski sering terperososk
Hanya kasihsayangNya yang membuatku tetap kokoh, walaupun acap aku terseok
Hanya kebaikanNya yang membantuku tetap gigih, meskipun sering aku menyerah
Hanya peganganku yang membantuku masih tangguh, walau tak jarang terkoyak
No comments:
Post a Comment