STIGMA GAMANG
6:56 AM Posted In ABOUT BRITTLENESS Edit This 0 Comments »
Gamang..............
Stigma itu begitu kuat merasuk dilubuk hatimu
Stigma itu begitu konsisten menguntit langkahmu
Stigma itu begitu erat meresap pikiranmu
Stigma itu begitu lekat merasuki jiwamu
Stigma itu begitu mesra memeluk rasamu
Kutemui itu didirimu setelah naik turun perjalanan kita
Kulihat itu setelah jatuh bangun kebersamaan kita
Kudapatkan itu setelah hitam putih keindahan kita
Kupahami itu setelah sedih dan bahagia melewati kita
Kuyakini itu setelah riak gelombang menghampiri kita
Kau terlalu mudah kalut ketika kebingungan menyelimutimu
Kau terlalu gampang galau ketika keraguan melingkupimu
Kau terlalu mudah menyerah ketika kekecewaan menghinggapimu
Kau terlalu gampang menghindar ketika ketakutan menyergapimu
Kau terlalu mudah gamang ketika ketidakpercayaan menghampirimu
Jika kau teramat mencintai kegamanganmu, apa aku pantas mempertahankanmu?
Bila kau sangat memuja kegamanganmu, apa aku masih perlu mempercayaimu?
’Percaya bahwa kau tak akan meninggalkanku’
’Percaya bahwa kau tak akan mengacuhkanku’
’Percaya bahwa kau akan selalumendampingiku’
’Percaya bahwa kau akan selalu melindungiku’
’Percaya bahwa kau akan selalu disisiku’
Pertanyaan itu menjadi sering menyeruak dalam benakku..........
Dan jawabannya adalah........
’Aku tak kuasa untuk percaya kau akan sanggup menjagaku’
’Aku tak mampu memaksamu bertahan ketika kau ingin pergi’
’Aku tak sanggup dan tak mau lagi ditinggalkan’
’Aku tak dapat yakin kau akan selalu setia menggenggamku’
’Aku belum tentu selalu ada untuk memaklumi kediamanmu’
’Aku tak selalu bisa bersedia menerima keacuhanmu’
Stigma gamangmu terlalu menyeramkanku
Stigma gamangmu begitu menghantuiku
Stigma gamangmu terlalu menakutkanku
Stigma gamangmu memaksaku untuk tidak buta....oleh rasa ini
Stigma gamangmu mengantarkanku untuk mengorbankan hati ini.....
Yang harus sakit menghindarimu
Yang harus terluka melepasmu
Stigma itu begitu kuat merasuk dilubuk hatimu
Stigma itu begitu konsisten menguntit langkahmu
Stigma itu begitu erat meresap pikiranmu
Stigma itu begitu lekat merasuki jiwamu
Stigma itu begitu mesra memeluk rasamu
Kutemui itu didirimu setelah naik turun perjalanan kita
Kulihat itu setelah jatuh bangun kebersamaan kita
Kudapatkan itu setelah hitam putih keindahan kita
Kupahami itu setelah sedih dan bahagia melewati kita
Kuyakini itu setelah riak gelombang menghampiri kita
Kau terlalu mudah kalut ketika kebingungan menyelimutimu
Kau terlalu gampang galau ketika keraguan melingkupimu
Kau terlalu mudah menyerah ketika kekecewaan menghinggapimu
Kau terlalu gampang menghindar ketika ketakutan menyergapimu
Kau terlalu mudah gamang ketika ketidakpercayaan menghampirimu
Jika kau teramat mencintai kegamanganmu, apa aku pantas mempertahankanmu?
Bila kau sangat memuja kegamanganmu, apa aku masih perlu mempercayaimu?
’Percaya bahwa kau tak akan meninggalkanku’
’Percaya bahwa kau tak akan mengacuhkanku’
’Percaya bahwa kau akan selalumendampingiku’
’Percaya bahwa kau akan selalu melindungiku’
’Percaya bahwa kau akan selalu disisiku’
Pertanyaan itu menjadi sering menyeruak dalam benakku..........
Dan jawabannya adalah........
’Aku tak kuasa untuk percaya kau akan sanggup menjagaku’
’Aku tak mampu memaksamu bertahan ketika kau ingin pergi’
’Aku tak sanggup dan tak mau lagi ditinggalkan’
’Aku tak dapat yakin kau akan selalu setia menggenggamku’
’Aku belum tentu selalu ada untuk memaklumi kediamanmu’
’Aku tak selalu bisa bersedia menerima keacuhanmu’
Stigma gamangmu terlalu menyeramkanku
Stigma gamangmu begitu menghantuiku
Stigma gamangmu terlalu menakutkanku
Stigma gamangmu memaksaku untuk tidak buta....oleh rasa ini
Stigma gamangmu mengantarkanku untuk mengorbankan hati ini.....
Yang harus sakit menghindarimu
Yang harus terluka melepasmu
No comments:
Post a Comment