JANUARIKU - MINGGU KETIGA

1:00 PM Posted In Edit This 1 Comment »
19 Januari 2009, Senin.
Hp frenku tiba-tiba tidak bisa dicas. Waduh, kenapa lagi nih, hp Hi-Technya saja belum sembuh alias masih koma kok sekarang malah hp frennya ikut-ikutan ngambek ga jelas. Hmm, sabar din, nunggu hari sabtu untuk memastikan hp frennya yang eror atau casannya yang aus.
Ketidakaktifan frenku ternyata membuat beberapa fansku merasa kehilangan he3, maklum biasa leluasa ngobrol dengan fren....Hmm, emang susah jadi selebritis yang selalu dirindukan suaranya........

20 Januari 2009, Selasa.
Menu makan siang dikantin kali ini adalah teri!!!, yang ga jelas rasanya, ga jelas dimasaknya gimana, ga jelas tujuannya mau kemana.....Sebenarnya bukan terinya yang salah, teri juga bisa menjadi hidangan yang lezat asal bisa mengolahnya ehem2, cuma ya berhubung kemampuan sang koki terbatas, jadilah masakan teri yang menyedihkan ini. Yah, kalau saja tidak mengingat bahwasanya cacing-cacing piaraanku sudah meringis minta dinafkahi lahiriah, pastilah teri itu tak kusentuh, tapi setidaknya jajanan umi bisa membantuku meningkatkan selera makan. Ternyata disaat-saat menu menyedihkan seperti ini, cemilan yang dijual umi bisa melegakan nafas hi3...Tak heran kalau fans umi begitu membludak.
Untungnya menu makan dimess adalah ibunya teri, eh neneknya teri alias ikan nila asam manis, menu kesukaanku....

21 Januari 2009, Rabu.
Rapat kali ini lumayan panas cenderung berawan he2...Point yang menarik perhatianku malah wacana yang muncul untuk memindahkan jam istirahat yaitu menggabungkannya menjadi 1 jam agar lebih efektif. Good ide sih kalau memikirkan efisiensi dan tujuan peningkatan produktivitas, tapi wacana ini masih terlalu prematur karena kita semua sudah terbiasa dengan jam istirahat yang sekarang. Let’s see........
Hari ini telepon teh heni lagi meeting akhirnya lewat sms deh.....Lagi perlu MA.

22 Januari 2009, Kamis.
Hari ini kembali masuk jam 6. Yach, demi supaya besok bisa keluar kantor early, dan bisa mampir ke Bandung untuk memperbaiki hpku yang ngadat eh ngeheng. Sedih juga sih, pengalaman pertama punya hp dual card langsung kecewa. Euforia menikmati hp yang menarik perhatianku karena tv tunnernya itu tak sampai genap 2 bulan, hua3, hiks3, uhuk3.....
Hari ini aul pergi kebandung bareng Pa Budastra untuk kalibrasi alat-alat standar (kalibrator)

23 Januari 2009, Jumat.
Hari ini kerja cuma sampai jam 10, kabur tanpa pamit ama boss, he3, emang anak bandel!!...Feelingku ibu tidak bakal cari aku hari ini, eh ternyata feelingku salah, ternyata ibu mencari diriku tepat setelah aku kabur, wuhhh, i’m unlucky....Setelah aku udah dibis dan sms aul untuk pamit, dia kasitau kalau ibu cari aku dan complain kenapa aku cabut ga izin dulu dengan beliau....Yach, gimana ya bu, bukan dini namanya kalau ga menyalahi aturan hi3...Ngga lagi, bukan karena aku nakal, tapi memang aturannya yang belum jelas (ngeless....), tadinya aku pikir kalau izin kantornya aku ganti jamnya dengan hari lain, tidak perlu izin lagi ha3....Kan aku sudah punya tabungan jam dengan 5 hari masuk jam 6 pulang jam 4.

24 Januari 2009, Sabtu.
Hari ini bangun siang.....Wuh, ini baru hari libur! Bukan hari libur namanya kalau tidak bangun siang, wakakakk.....Baru on jalan keluar setelah duhur. Hunting casan hp fren, karena setelah dicek dengan casan frennya danu, ternyata hpku baik-baik saja, so yang bermasalah adalah casannya. Akhirnya muter-muter cari casan hp fren. Setelah datang ke mobile 8 center dicipto ternyata direkomendasikan ke jalan pagongan. Di”one stop” aku tiba-tiba tertarik dengan sebuah nomor perdana yang sarat angka ”13” yang notabene adalah angka keberuntunganku. Alhasil aku beli juga kartu perdana mentari itu, so sekarang aku punya nomor mentari deh (iseng banget sih koleksi kartu.....:-)).
Setelah sukses masalah hp, target selanjutnya adalah PGC, tentunya judulnya shopping, shopping and shopping qeqeqe........
Pulangnya ngga lupa beli brownis keju coklat kesukaan ibu dikartini yang kata ibu uenakknya pooolll....

25 Januari 2009, Minggu.
Hari ini ultah bapak yang ke-58. Tidak terasa yach, ternyata bapakku sudah tua juga. Semoga aja selalu diberi nikmat kesehatan, karena yang terpenting adalah sehat, sehat dan sehat. Pokoknya aku berdoa semua yang baik-baik untuk ayahku tercinta cieee....cuit3.......
Jam 9-an aku dan bapak nemenin danu melancarkan aksi ”driver”nya. Lumayanlah udah cukup jago setir mobilnya, anak laki sih emang pasti cepat belajarnya kan udah biasa jadi penguasa jalan meskipun dengan motor. Kata bapak mah danu masih perlu terus latihan sebelum akhirnya dianggap layak untuk bikin SIM A. Muter-muter cirebon dengan supir danu, bolehlah udah OK, walaupun masih diarahin terus ama bapak. Padahal tanpa sepengetahuan bapak, kata danu mah dia suka nyetir mobil temen, wuh kalau bapak tahu pasti dimarahin habis tuch anak, untung kakaknya yang imut ini bisa jaga rahasia.
Jam 11 kita jemput ibu dirumah terus kita langsung cabut ke dadap, juntinyuat dan sekitarnya untuk wisata kuliner seafood yang sedang trend disana. Acara ini sudah aku rencakan jauh-jauh hari sebagai moment perayaan ultah bapak.
Akhirnya di MINA AYU kita menyantap hidangan laut dengan pemandangan laut didepan mata. Dengan saung khas sunda tapi makanan khas Indramayu, hmmmm, ikan bakar,cumi bakar dan udang bakar menjadi santapan lezat dengan semilir angin laut dan ”view” aktivitas para nelayan lengkap dengan perahu-perahu nelayan yang hilir mudik.
Sebenarnya aku ingin banget naik perahu dan melaju ketengah laut menikmati nuansa full laut, tapi sepertinya ombak laut yang memang sedang genit membuat ibu tidak mengizinkanku berselancar ketengah laut mengikuti aktivitas nelayan disana.
Selesai berkuliner seafood, tujuan kita selanjutnya adalah ziarah kemakam kakek nenek dari ibu. Terakhir kali waktu ziarah bulan puasa kemarin aku tidak bisa ikut, dan sekarang akhirnya aku bisa kembali ”menengok” mereka dipembaringan terakhirnya. Musim penghujan membuat makam dipenuhi oleh tumbuhan, ilalang, rumput dan koloni-koloninya. Akhirnya dengan bantuan jasa penggembala kambing akhirnya makam my grandpa and my grandma kembali bersih. Kita berempatpun larut dalam kekhusyukan doa yang dipimpin bapak.
Setiap bertandang ke daerah itu, ”rumbah” menjadi salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Dan setelah puas menikmati rumbah, kita pun pulang dengan kekenyangan.
Sampai Cirebon malam, dan perjalanan kita hari ini diakhiri dengan lawatan kita kerumah ceu-ceu.

1 comment:

Anonymous said...

0W...0W....0W...NAMA KYU DISEBUT, AKU JADI KE FELM...KAYAK SELEBRITIS AJAH...HI...HI...MA'AF YA, SAAT ITU SAYA LAGI BANYAK FANSNYA DI KANTOR, DIAJAK RAPAT MELULU....SAMPAI FANS-FANS KU YANG TELPON GAK KE GUBRIS...