GENG DOROKDOK.......AWAL PERTEMANAN DIUJUNG TAHUN
3:33 PM Posted In ABOUT FRIENDSHIP Edit This 2 Comments »
29 Desember 2008....H-3 dari momen TAHUN BARU, pergantian ke tahun 2009.
Ke garut...!!!! hmmm, salah satu acara yang terencana untuk mengisi liburan tahun baru tahun ini. Hari senin ini bertepatan dengan Moslem New Year (1 Muharram 1430 H).
Sesuai rencana aku ke Bandung pada hari minggu siang, harusnya sore sudah sampai Bandung, tapi berhubung dibeberapa lokasi macet (terutama cileunyi yang ternyata ada ritual keliling kampung bawa obor di Tahun Baru Islam), jadi ajah nyampe Bandungnya telat pisan, padahal Teh Heni sudah menunggu di simpang dago dengan temannya yang dari Jakarta, Mba Sri.
Sesuai planning, kita bertiga menginap dirumah teh heni dicisitu yang berupa kos-kosan. Berhubung ada kamar yang kosong jadilah kita memanfaatkan tempat itu karena memang lebih mudah terjangkau dan lebih mudah kemana-mana (strategis gitcu loh....)
Sampai disini pemeran dalam cerita ini masih tiga orang. Nah besok paginya langsung membengkak jadi 7 orang. Sesuai hakikat ”holiday” yang kita susun : semakin ramai semakin asyik, semakin heboh semakin semarak, semakin ”gila” semakin seru, semakin banyak orang semakin murah juga patungan uangnya ha..ha...ha.....
Awalnya rencana liburan yang aku susun dengan teh heni adalah untuk mengulang kesuksesan liburan kita waktu tahun baru ke Yogjakarta (aduh lupa, tahun berapa ya itu??...). Yang pasti itu adalah acara ”holiday”nya anak Gracia Pharmindo. Rencana tahun lalu ingin ke gunung bromo saja masih belum kesampaian. Tapi berhubung anak Gracia yang tersisa (tersisa jomblonya he2...), tinggal bertiga (itupun cuma teh heni yang masih loyal di Gracia, kereeen, eh saluut...) maka teh heni ”sang ketua acara” akhirnya melebarkan sayapnya untuk merangkul teman-temannya yang lain untuk bergabung diacara liburan kali ini.
Benar saja, dari pasukan ”girls only” ini yang awalnya aku kenal hanya teh heni dan teh weni (my sisters of Gracia). Alhasil, aku pribadi mendadak mengenal ”tokoh baru” dalam sekejap eh dalam sehari, mba sri, mba tri, mba aminah (kakaknya mba tri) dan mba riyani (temennya mba aminah),,,,,hallo, nyambung ngga neh ceritaku, ketangkap kan? Jangan ribet dibuat simpel aja, soalnya awal pertemanan ke-7 cewek ini juga sangat sangat sangat simpel. Dipertemukan dalam satu waktu, satu acara, satu kehebohan, satu keceriaan dan akhirnya langsung mendaulat diri kita sebagai ”geng” baru. Namanya ”Geng Dorokdok”. Nah lo, sok banget ya langsung PD bikin geng....It’s ok, karena kita bertekad untuk tidak memutuskan tali silaturahmi, meskipun sulit berjumpa dan bersua (cieeee...) yang penting kita mengikrarkan geng kita sebagai geng ”jalan-jalan”, jadi bisa kumpul dan ketemuan lagi dalam acara ”holiday” yang lain.
Kenapa juga menamakan geng kita ”Geng Dorokdok”, itupun ada ceritanya. Simpel juga kok. Hanya karena kita sedikit ”pusing” dan lumayan ”konyol” ketika harus berputar-putar garut kota untuk mencari oleh-oleh khas Garut yang berupa kerupuk kulit yang namanya ”Dorokdok” (ga tau deh tulisan benernya gimana....?), yang merupakan tema terakhir lawatan kita ke Garut hari itu.
Sebenarnya tidak hanya momen cari oleh-olehnya yang ”heboh” tapi pemilihan tempat yang mau dikunjunginya juga lumayan membingungkan. Maklum inginnya semau tempat wisatanya terjelajahi eh tersinggahi, tapi apa daya tangan tak sampai, eh apa daya waktu tak cukup alias tak memungkinkan.
Finally, yang termampiri adalah Candi Cangkuang + situ dan rumah adat kampung pulonya, dan Kawah Kamojang, padahal dua anggota geng ini yaitu teh heni dan mba sri sudah mengantongi informasi yang cukup memadai tentang tempat-tempat wisata di Garut dari internet. (Niat banget kan....)
Namun sayangnya berhubung tidak ada yang tahu garut, dan supirnya pun idem (ternyata sang supir APV kita, pa Heri, bukanlah supir sungguhan dari rental mobil yang kita sewa, supir dadakan doang), maka lengkaplah ”keramaian” kita sepanjang perjalanan yang mengharuskan kita (actually aku dan pa Heri, he...he...) untuk melihat setiap informasi jalan sepanjang perjalanan, fyuuuuh.
Melihat dan memelototi setiap ”marka jalan” saja tidaklah cukup, itupun harus dibantu dan didukung dengan ”kecerewetanku” menanyakan jalan pada orang-orang yang terpilih, maksudnya siapa aja deh yang bisa dijadikan sasaran tembak untuk ”numpang nanya” ha...ha....Alhasil, jabatanku kala itu bukan saja sebagai bendahara (entah karena aku yang paling muda sehingga paling pantas dikerjai hi..hi...) tetapi juga sebagai co-pilot eh maksudnya ”co-driver” (huh, untung saja supirnya ganteng, setidaknya kita berdua jadi bisa lebih kompak, sekompak wajah kita yang sama-sama caem...uhuk...uhuk...).
Ups, tidak hanya itu, jabatanku juga masih ditambah sebagai ”penata gaya” pada session ”foto-foto”. Untuk jabatanku yang satu ini, awalnya inisiatifku sendiri (tanpa paksaan qeqeqe....coz naluri foto model sudah melekat dan terlanjur mendarah daging), tapi akhirnya mereka semua menyadari kelebihanku yang satu itu ha..ha... Setelah mereka melihat kelihaianku dalam ”berekspresi” untuk urusan dokumentasi maka merekapun mendaulatku dengan sukarela dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, untuk urusan ”pengabadian” setiap momen.
”Geng dorokdok”....hmmm dari namanya saja kita tidak akan pernah lupa bahwa geng itu adalah geng yang tercipta dan terjalin lewat perjalanan liburan kita ke Garut.
”Geng dorokdok" tersetting menjadi geng jalan-jalan, geng holiday, geng travelling, geng refreshing, pokoknya untuk acara-acara yang beraroma wisata deh...
"Geng dorokdok" akan tercatat sebagai pertemanan diakhir tahun....yang semoga akan menjadi pertemanan yang panjang.
Ke garut...!!!! hmmm, salah satu acara yang terencana untuk mengisi liburan tahun baru tahun ini. Hari senin ini bertepatan dengan Moslem New Year (1 Muharram 1430 H).
Sesuai rencana aku ke Bandung pada hari minggu siang, harusnya sore sudah sampai Bandung, tapi berhubung dibeberapa lokasi macet (terutama cileunyi yang ternyata ada ritual keliling kampung bawa obor di Tahun Baru Islam), jadi ajah nyampe Bandungnya telat pisan, padahal Teh Heni sudah menunggu di simpang dago dengan temannya yang dari Jakarta, Mba Sri.
Sesuai planning, kita bertiga menginap dirumah teh heni dicisitu yang berupa kos-kosan. Berhubung ada kamar yang kosong jadilah kita memanfaatkan tempat itu karena memang lebih mudah terjangkau dan lebih mudah kemana-mana (strategis gitcu loh....)
Sampai disini pemeran dalam cerita ini masih tiga orang. Nah besok paginya langsung membengkak jadi 7 orang. Sesuai hakikat ”holiday” yang kita susun : semakin ramai semakin asyik, semakin heboh semakin semarak, semakin ”gila” semakin seru, semakin banyak orang semakin murah juga patungan uangnya ha..ha...ha.....
Awalnya rencana liburan yang aku susun dengan teh heni adalah untuk mengulang kesuksesan liburan kita waktu tahun baru ke Yogjakarta (aduh lupa, tahun berapa ya itu??...). Yang pasti itu adalah acara ”holiday”nya anak Gracia Pharmindo. Rencana tahun lalu ingin ke gunung bromo saja masih belum kesampaian. Tapi berhubung anak Gracia yang tersisa (tersisa jomblonya he2...), tinggal bertiga (itupun cuma teh heni yang masih loyal di Gracia, kereeen, eh saluut...) maka teh heni ”sang ketua acara” akhirnya melebarkan sayapnya untuk merangkul teman-temannya yang lain untuk bergabung diacara liburan kali ini.
Benar saja, dari pasukan ”girls only” ini yang awalnya aku kenal hanya teh heni dan teh weni (my sisters of Gracia). Alhasil, aku pribadi mendadak mengenal ”tokoh baru” dalam sekejap eh dalam sehari, mba sri, mba tri, mba aminah (kakaknya mba tri) dan mba riyani (temennya mba aminah),,,,,hallo, nyambung ngga neh ceritaku, ketangkap kan? Jangan ribet dibuat simpel aja, soalnya awal pertemanan ke-7 cewek ini juga sangat sangat sangat simpel. Dipertemukan dalam satu waktu, satu acara, satu kehebohan, satu keceriaan dan akhirnya langsung mendaulat diri kita sebagai ”geng” baru. Namanya ”Geng Dorokdok”. Nah lo, sok banget ya langsung PD bikin geng....It’s ok, karena kita bertekad untuk tidak memutuskan tali silaturahmi, meskipun sulit berjumpa dan bersua (cieeee...) yang penting kita mengikrarkan geng kita sebagai geng ”jalan-jalan”, jadi bisa kumpul dan ketemuan lagi dalam acara ”holiday” yang lain.
Kenapa juga menamakan geng kita ”Geng Dorokdok”, itupun ada ceritanya. Simpel juga kok. Hanya karena kita sedikit ”pusing” dan lumayan ”konyol” ketika harus berputar-putar garut kota untuk mencari oleh-oleh khas Garut yang berupa kerupuk kulit yang namanya ”Dorokdok” (ga tau deh tulisan benernya gimana....?), yang merupakan tema terakhir lawatan kita ke Garut hari itu.
Sebenarnya tidak hanya momen cari oleh-olehnya yang ”heboh” tapi pemilihan tempat yang mau dikunjunginya juga lumayan membingungkan. Maklum inginnya semau tempat wisatanya terjelajahi eh tersinggahi, tapi apa daya tangan tak sampai, eh apa daya waktu tak cukup alias tak memungkinkan.
Finally, yang termampiri adalah Candi Cangkuang + situ dan rumah adat kampung pulonya, dan Kawah Kamojang, padahal dua anggota geng ini yaitu teh heni dan mba sri sudah mengantongi informasi yang cukup memadai tentang tempat-tempat wisata di Garut dari internet. (Niat banget kan....)
Namun sayangnya berhubung tidak ada yang tahu garut, dan supirnya pun idem (ternyata sang supir APV kita, pa Heri, bukanlah supir sungguhan dari rental mobil yang kita sewa, supir dadakan doang), maka lengkaplah ”keramaian” kita sepanjang perjalanan yang mengharuskan kita (actually aku dan pa Heri, he...he...) untuk melihat setiap informasi jalan sepanjang perjalanan, fyuuuuh.
Melihat dan memelototi setiap ”marka jalan” saja tidaklah cukup, itupun harus dibantu dan didukung dengan ”kecerewetanku” menanyakan jalan pada orang-orang yang terpilih, maksudnya siapa aja deh yang bisa dijadikan sasaran tembak untuk ”numpang nanya” ha...ha....Alhasil, jabatanku kala itu bukan saja sebagai bendahara (entah karena aku yang paling muda sehingga paling pantas dikerjai hi..hi...) tetapi juga sebagai co-pilot eh maksudnya ”co-driver” (huh, untung saja supirnya ganteng, setidaknya kita berdua jadi bisa lebih kompak, sekompak wajah kita yang sama-sama caem...uhuk...uhuk...).
Ups, tidak hanya itu, jabatanku juga masih ditambah sebagai ”penata gaya” pada session ”foto-foto”. Untuk jabatanku yang satu ini, awalnya inisiatifku sendiri (tanpa paksaan qeqeqe....coz naluri foto model sudah melekat dan terlanjur mendarah daging), tapi akhirnya mereka semua menyadari kelebihanku yang satu itu ha..ha... Setelah mereka melihat kelihaianku dalam ”berekspresi” untuk urusan dokumentasi maka merekapun mendaulatku dengan sukarela dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, untuk urusan ”pengabadian” setiap momen.
”Geng dorokdok”....hmmm dari namanya saja kita tidak akan pernah lupa bahwa geng itu adalah geng yang tercipta dan terjalin lewat perjalanan liburan kita ke Garut.
”Geng dorokdok" tersetting menjadi geng jalan-jalan, geng holiday, geng travelling, geng refreshing, pokoknya untuk acara-acara yang beraroma wisata deh...
"Geng dorokdok" akan tercatat sebagai pertemanan diakhir tahun....yang semoga akan menjadi pertemanan yang panjang.
2 comments:
Bromo....ow i love it....when we will go to there....
aminah coment : wah lengkap banget ceritanya...yang ke kawah putih seru juga lho,sayang dini g ikut...pas kejebak macet kita interogasi pak heri,kita dapat pengalaman dari beliau...btw,mana foto nya...kapan kita ke bromo.....
Post a Comment